10/04/13

Akibat Putihkan Gigi Tanpa Petunjuk Doktor


Perawatan bleaching merupakan cara untuk mendapatkan warna gigi menjadi lebih putih dan cerah. Dengan warna gigi yang putih dan bersih, akan sangat membantu memantapkan lagi penampilan seseorang. Gigi putih yang cemerlang juga membuat anda menjadi lebih yakin diri.

Metode bleaching ini memang boleh membuat gigi putih hanya dalam waktu yang singkat. Tetapi putihnya gigi dengan perawatan tersebut ternyata juga memiliki risiko tersendiri.

Menurut Guru Besar Fakulti Kedokteran Gigi Universiti Indonesia Prof. drg. Heriandi S. SpKGA., PhD., menekankan bleaching gigi ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebelum melakukan pemutihan gigi, harus dipastikan gigi dan gusi Anda dalam keadaan sihat. Gigi pun tidak boleh dalam keadaan berlubang, ada sisa-sisa akar gigi, ada karang gigi, dan tidak boleh pula ada peradangan pada gigi.

"Kalau pemakaiannya salah, ada rasa ngilu di gigi. Ada juga yang sakit karena di daerah gusinya teriritasi. Kalau sudah begini ditanganin dengan pemberian obat-obatan, seperti anti ngilu. Biasanya disapukan ke daerah yang ngilu. Ada juga ubat minum tapi kalau sudah terlalu sakit," jelas Prof. drg. Heriandi S. SpKGA., PhD, saat ditemui Wolipop di Fakulti Kedokteran Gigi Universiti Indonesia, Salemba, Jakarta.

Oleh kerana itu, dokter gigi yang sehari-hari berpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah ini menyarankan agar dilakukan aplikasi fluor pasca perawatan bleaching untuk mengurangi rasa ngilu. Penggunaan bleaching gigi juga harus berdasarkan petunjuk dokter dan tidak menggunakan produk yang dijual di pasaran.

"Kalau di pasaran kerana kan banyak efek sampingnya, jadi biasanya di pasaran nggak terlalu kuat. Sebaiknya ada petunjuk dokter. Kerana segala sesuatunya harus sesuai dengan aturan," paparnya.

Perawatan ini juga hanya boleh dilakukan oleh orang berusia 16 tahun ke atas saja. Sebab, pada usia tersebut gigi dianggap sudah mulai matang dan tumbuh secara sempurna.


0 comments:

Catat Ulasan